Rapuh

Pajukukang, 28 Oktober 2022

Tidak lagi samar seperti dulu, berkabut dan pudar
Kini segala ragu berlalu, kepastian tiba menyapa
Mata bersayup sayup, detak jantung tak seperti biasanya
Telapak tangan membasah, menyapu air mata

Kembali berteduh di bawah renungan, apakah kematian akan menjawab ?
Kuhela nafas pelan pelan serta bersuara mendayu
Terbaring, terhampar dan terluka, kosong tak terkata
Merapuhlah akhirnya, hadir tanpanya

Mata terpejam, hati membasuh luka
Tubuh lemah tak berdaya, segala gerak tak terarah
Alam pikir tak terolah, imaji tak tersadar
Semuanya tak terkendali, rapuh

Rapuh, merapuh dan terapuh
Menyatu

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai